Banner Atas

Jumat, 25 Februari 2011

Artikel voa-islam.com

Jum'at, 25 Feb 2011
Cetak | Kirim

Diancam Hukuman Mati, Ba'asyir Tetap Berdakwah

JAKARTA (voa-islam.com) – Tak peduli dengan ancaman hukuman mati yang dibidikkan puluhan jaksa kepada dirinya, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir tetap semangat mendakwahkan kebenaran kepada bangsa Indonesia. Didakwa terorisme, Ustadz Abu tetap berdakwah.

Meski 32 Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah menjerat dirinya dengan pasal terorisme dengan ancaman hukuman mati, dalam dugaan tindak pidana terorisme, amir Jama’ah Anshorut Tauhid Abu Bakar Ba’asyir tak kendur berdakwah. Dalam eksepsi (tanggapan terhadap dakwaan jaksa) yang disampaikan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Kamis (24/2/2011), ustadz kharismatik yang akrab disapa Ustadz Abu ini menyampaikan tadzkiroh (peringatan dan nasihat) kepada bangsa Indonesia.

Dengan pakaian khas gamis putih, kopiah putih dan sorban warna merah Ustadz Abu membacakan eksepsi yang berisi dakwah Tauhid. Pukul 09.15 Ustadz Abu mulai membacakan eksepsi yang dicetak dalam bentuk buku setebal 90 halaman. Ketika membaca ayat-ayat Al-Qur’an, beberapa kali Ustadz Abu berhenti membaca, sesenggukan menahan haru terhadap makna ayat-ayat Allah.

Tadzkiroh Ustadz Abu itu ditujukan secara spesifik kepada tiga kalangan, yaitu para pejabat negara yang beragama Islam, rakyat Indonesia yang beragama Islam, dan kaum kafirin. Di setiap poin nasihat dan peringatan, tak lupa Ustadz Abu mencantumkan dalil Al-Qur’an, Hadits Nabi dan pendapat para ulama.

Kepada para pejabat negara yang beragama Islam, Ustadz Abu menyampaikan dakwah tentang hakikat Dinul Islam, hakikat kalimat ‘La ilaha illallah,’ konsekuensi ‘La ilaha illallah,’ dan delapan syarat sahnya Tauhid. “Wahai Para hamba Allah pejabat Negara yang mengaku beragama Islam, ketahuilah bahwa kewajiban anda sekalian yang paling utama adalah memahami hakikat Dinul Islam,” nasihatnya.

....Wahai Para hamba Allah pejabat Negara yang mengaku beragama Islam, ketahuilah bahwa kewajiban anda sekalian yang paling utama adalah memahami hakikat Dinul Islam....

Selanjutnya Ustadz Abu menyerukan agar para pejabat Muslim menegakkan khilafah Islamiyah dan jihad fisabilillah. “Wahai para pejabat yang mengaku muslim, anda sekalian juga diwajibkan berjuang menegakkan khilafah/daulah Islamiyah. Semua umat Islam termasuk anda sekalian wajib meluruskan negeri karunia Allah NKRI ini menjadi Negara Islam karena ini tuntutan laa ilaaha illallah,” tegasnya. “Ketahuilah wahai para pejabat yang beriman kepada laa ilaaha illallah, bahwa tanpa jihad, Islam dan umat Islam akan menjadi lemah diinjak-injak orang kafir,” tambahnya.

Sedangkan kepada kaum muslimin yang bukan pejabat pemerintah, Ustadz Abu menjelaskan pentingnya hakikat Islam dan Tauhid. Pengasuh Pesantren Al-Mukmin Ngruki ini juga menekankan kewajiban mencari ilmu bagi setiap muslim. Selain itu, Ustadz Abu memperingatkan umat Islam agar tidak mengejek para mujahid Islam dengan sebutan teroris.

“Antum harus hati-hati jangan menyebut mujahid dengan sebutan teroris hanya karena tidak setuju dengan cara kerjanya. Kita boleh tidak sependapat dengan mereka, tapi kita tidak boleh menuduh mereka teroris,” ujarnya. “Ketahuilah, kalimat ‘teroris’ itu sengaja disebarluaskan oleh Zionis musuh Allah dan para anteknya. Perang melawan teroris yang disebarluaskan oleh musuh-musuh Allah itu sebenarnya perang melawan para mujahidin,” tambahnya.

....Ketahuilah, kalimat ‘teroris’ itu sengaja disebarluaskan oleh musuh Allah. Perang melawan teroris yang disebarluaskan oleh musuh-musuh Allah itu sebenarnya perang melawan para mujahidin....

Selanjutnya kepada kaum kafirin, Ustadz Abu menjelaskan bahaya kekafiran di hadapan Allah. “Wahai hamba-hamba Allah kaum kafirin, ketahuilah bahwa anda sekalian adalah hidup dalam kegelapan dan kesesatan sehingga setiap langkah anda di dunia pasti membawa kerusakan baik lahir maupun batin,” jelasnya.

Setelah menyampaikan bahaya kekafiran, Ustadz Abu mengajak agar kaum kafirin kembali kepada agama yang benar. “Maka bersegeralah memeluk Islam satu-satunya jalan yang menyelamatkan sebelum kematian menjemput anda sekalian jangan sampai anda sekalian mati dalam kekafiran (tidak memeluk islam) yang membawa penyesalan dan penderitaan,” ajaknya.

Usai mengutip ayat Al-Qur’an surat Al-Mukminun ayat 99-100, Ustadz Abu menutup tadzkiroh kepada kaum kafirin dengan seruan Islam. “Wahai hamba-hamba Allah yang masih kafir segeralah masuk Islam agar anda sekalian selamat. Yaa Allah saksikanlah saya sudah sampaikan kebenaran ini menurut kemampuan saya,” pungkasnya. [silum]

Selasa, 15 Februari 2011

Artikel dari Dakwatuna.com

Rahasia Senyum Muhammad saw.

23/4/2008 | 16 Rabiuts Tsani 1429 H | Hits: 20.370
Oleh: Ulis Tofa, Lc

Kirim Print
dakwatuna.com - Ketika Anda membuka lembaran sirah kehidupan Muhammad saw., Anda tidak akan pernah berhenti kagum melihat kemuliaan dan kebesaran pribadi beliau saw.
Sisi kebesaran itu terlihat dari sikap seimbang dan selaras dalam setiap perilakunya,  sikap beliau dalam menggunakan segala sarana untuk meluluhkan kalbu setiap orang dalam setiap kesempatan.
Sarana paling besar yang dilakukan Muhammad saw. dalam dakwah dan perilaku beliau adalah, gerakan yang tidak membutuhkan biaya besar, tidak membutuhkan energi berlimpah, meluncur dari bibir untuk selanjutnya masuk ke relung kalbu yang sangat dalam.
Jangan Anda tanyakan efektifitasnya dalam mempengaruhi akal pikiran, menghilangkan kesedihan, membersihkan jiwa, menghancurkan tembok pengalang di antara anak manusia!. Itulah ketulusan yang mengalir dari dua bibir yang bersih, itulah senyuman!
Itulah senyuman yang direkam Al Qur’an tentang kisah Nabi Sulaiman as, ketika Ia berkata kepada seekor semut,
“Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; Dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. An Naml:19
Senyuman itulah yang senantiasa keluar dari bibir mulia Muhammad saw., dalam setiap perilakunya. Beliau tersenyum ketika bertemu dengan sahabatnya. Saat beliau menahan amarah atau ketika beliau berada di majelis peradilan sekalipun.
فهذا جرير -رضي الله عنه- يقول -كما في الصحيحين-: ما حَجَبني رسولُ الله -صلى الله عليه وسلم- منذُ أسملتُ، ولا رآني إلا تَبَسَّم في وجهي.
Diriwayatkan dari Jabir dalam sahih Bukhari dan Muslim, berkata, “Sejak aku masuk Islam, Rasulullah saw tidak pernah menghindar dariku. Dan beliau tidak melihatku kecuali beliau pasti tersenyum kepadaku.”
Suatu ketika Muhammad saw. didatangi seorang Arab Badui, dengan serta merta ia berlaku kasar dengan menarik selendang Muhammad saw., sehingga leher beliau membekas merah. Orang Badui itu bersuara keras, “Wahai Muhammad, perintahkan sahabatmu memberikan harta dari Baitul Maal! Muhammad saw. menoleh kepadanya seraya tersenyum. Kemudian beliau menyuruh sahabatnya memberi harta dari baitul maal kepadanya.”
Ketika beliau memberi hukuman keras terhadap orang-orang yang terlambat dan tidak ikut serta dalam perang Tabuk, beliau masih tersenyum mendengarkan alasan mereka.
يقول كعب -رضي الله عنه- بعد أن ذكر اعتذار المنافقين وحلفهم الكاذب: فَجِئْتُهُ فَلَمَّا سَلَّمْتُ عَلَيْهِ تَبَسَّمَ تَبَسُّمَ الْمُغْضَبِ، ثُمَّ قَالَ «تَعَالَ» . فَجِئْتُ أَمْشِي حَتَّى جَلَسْتُ بَيْنَ يَدَيْهِ.
Ka’ab ra. berkata setelah mengungkapkan alasan orang-orang munafik dan sumpah palsu mereka:
“Saya mendatangi Muhammad saw., ketika saya mengucapkan salam kepadanya, beliau tersenyum, senyuman orang yang marah. Kemudian beliau berkata, “Kemari. Maka saya mendekati beliau dan duduk di depan beliau.”
Suatu ketika Muhammad saw. melintasi masjid yang di dalamnya ada beberapa sahabat yang sedang membicarakan masalah-masalah jahiliyah terdahulu, beliau lewat dan tersenyum kepada mereka.
Beliau tersenyum dari bibir yang lembut, mulia nan suci, sampai akhir detik-detik hayat beliau.
- يقول أنس -كما في الصحيحين-: بينما الْمُسْلِمُونَ في صَلاَةِ الْفَجْرِ مِنْ يَوْمِ الإِثْنَيْنِ وَأَبُو بَكْرٍ يُصَلِّي بَهُمْ لَمْ يَفْجَأْهُمْ إِلاَّ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَدْ كَشَفَ سِتْرَ حُجْرَةِ عَائِشَةَ، فَنَظَرَ إِلَيْهِمْ وَهُمْ فِي صُفُوفِ الصَّلاَةِ. ثُمَّ تَبَسَّمَ يَضْحَكُ!
Anas bin Malik berkata diriwayatkan dalam sahih Bukhari dan Muslim, “Ketika kaum muslimin berada dalam shalat fajar, di hari Senin, sedangkan Abu Bakar menjadi imam mereka, ketika itu mereka dikejutkan oleh Muhammad saw. yang membuka hijab kamar Aisyah. Beliau melihat kaum muslimin sedang dalam shaf shalat, kemudian beliau tersenyum kepada mereka!”
Sehingga tidak mengherankan beliau mampu meluluhkan kalbu sahabat-shabatnya, istri-istrinya dan setiap orang yang berjumpa dengannya!
Menyentuh Hati
Muhammad saw. telah meluluhkan hati siapa saja dengan senyuman. Beliau mampu “menyihir” hati dengan senyuman. Beliau menumbuhkan harapan dengan senyuman. Beliau mampu menghilangkan sikap keras hati dengan senyuman. Dan beliau saw. mensunnahkan dan memerintahkan umatnya agar menghiasi diri dengan akhlak mulia ini. Bahkan beliau menjadikan senyuman sebagai lahan berlomba dalam kebaikan. Rasulullah saw.  bersabda,
فقال: (وتبسمك في وجه أخيك صدقة) رواه الترمذي وصححه ابن حبان.
“Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah.” At Tirmidzi dalam sahihnya.
Meskipun sudah sangat jelas dan gamblang petunjuk Nabi dan praktek beliau langsung ini, namun Anda masih banyak melihat sebagaian manusia masih berlaku keras terhadap anggota keluarganya, tehadap rumah tangganya dengan tidak menebar senyuman dari bibirnya dan dari ketulusan hatinya.
Anda merasakan bahwa sebagian manusia -karena bersikap cemberut dan muka masam- mengira bahwa giginya bagian dari aurat yang harus ditutupi! Di mana mereka di depan petunjuk Nabi yang agung ini! Sungguh jauh mereka dari contoh Nabi muhammad saw.!
Ya, kadang Anda melewati jam-jam Anda dengan dirundung duka, atau disibukkan beragam pekerjaan, akan tetapi Anda selalu bermuka masam, cemberut dan menahan senyuman yang merupakan sedekah, maka demi Allah, ini adalah perilaku keras hati, yang semestinya tidak terjadi. Wal iyadzubillah.
Pengaruh Senyum
Sebagian manusia ketika berbicara tentang senyuman, mengaitkan dengan pengaruh psikologis terhadap orang yang tersenyum. Mengkaitkannya boleh-boleh saja, yang oleh kebanyakan orang boleh jadi sepakat akan hal itu. Namun, seorang muslim memandang hal ini dengan kaca mata lain, yaitu kaca mata ibadah, bahwa tersenyum adalah bagian dari mencontoh Nabi saw. yang disunnahkan dan bernilai ibadah.
Para pakar dari kalangan muslim maupun non muslim melihat seuntai senyuman sangat besar pengaruhnya.
Dale Carnegie dalam bukunya yang terkenal, “Bagaimana Anda Mendapatkan Teman dan Mempengaruhi Manusia” menceritakan:
“Wajah merupakan cermin yang tepat bagi perasaan hati seseorang. Wajah yang ceria, penuh senyuman alami, senyum tulus adalah sebaik-baik sarana memperoleh teman dan kerja sama dengan pihak lain. Senyum lebih berharga dibanding sebuah pemberian yang dihadiahkan seorang pria. Dan lebih menarik dari lipstik dan bedak yang menempel di wajah seorang wanita. Senyum bukti cinta tulus dan persahabatan yang murni.”
Ia melanjutkan, “Saya minta setiap mahasiswa saya untuk tersenyum kepada orang tertentu sekali setiap pekannya. Salah seorang mahasiswa datang bertemu dengan pedagang, ia berkata kepadanya, “Saya pilih tersenyum kepada istriku, ia tidak tau sama sekali perihal ini. Hasilnya adalah saya menemukan kebahagiaan baru yang sebelumnya tidak saya rasakan sepanjang akhir tahun-tahun ini. Yang demikian menjadikan saya senang tersenyum setiap kali bertemu dengan orang. Setiap orang membalas penghormatan kepada saya dan bersegera melaksanakan khidmat -pelayanan- kepada saya. Karena itu saya merasakan hidup lebih ceria dan lebih mudah.”
Kegembiraan meluap ketika Carnegie menambahkan, “Ingatlah, bahwa senyum tidak membutuhkan biaya sedikitpun, bahkan membawa dampak yang luar biasa. Tidak akan menjadi miskin orang yang memberinya, justeru akan menambah kaya bagi orang yang mendapatkannya. Senyum juga tidak memerlukan waktu yang bertele-tele, namun membekas kekal dalam ingatan sampai akhir hayat. Tidak ada seorang fakir yang tidak memilikinya, dan tidak ada seorang kaya pun yang tidak membutuhkannya.”
Betapa kita sangat membutuhkan sosialisasi dan penyadaran petunjuk Nabi yang mulia ini kepada umat. Dengan niat taqarrub ilallah -pendekatan diri kepada Allah swt.- lewat senyuman, dimulai dari diri kita, rumah kita, bersama istri-istri kita, anak-anak kita, teman sekantor kita. Dan kita tidak pernah merasa rugi sedikit pun! Bahkan kita akan rugi, rugi dunia dan agama, ketika kita menahan senyuman, menahan sedekah ini, dengan selalu bermuka masam dan cemberut dalam kehidupan.
Pengalaman membuktikan bahwa dampak positif dan efektif dari senyuman, yaitu senyuman menjadi pendahuluan ketika hendak meluruskan orang yang keliru, dan menjadi muqaddimah ketika mengingkari yang munkar.
Orang yang selalu cemberut tidak menyengsarakan kecuali dirinya sendiri. Bermuka masam berarti mengharamkan menikmati dunia ini. Dan bagi siapa saja yang mau menebar senyum, selamanya ia akan senang dan gembira. Allahu a’lam

Rabu, 09 Februari 2011

Sari Kuma, Madu, Zaitun, Habbatussauda

Assalamu'alaikum Wr.Wb
Alhamdulillah, mulai hari Jum'at tgl 28 januari 2011 saya berjualan secara offline maupun online produk herbal sari kurma Al-Jazira, sari kurma Premium, madu murni + pollen, minyak zaitun murni, habbah 99 (habbatussauda murni) dan produk herbal lainnya, anda dapat menghubungi dan mengunjungi di Jalan Adam Malik Perumahan Citra Griya Blok D No.11 RT.26 Kel Karang Asam Ilir Samarinda Kalimantan Timur 75126. No.HP. 0852 4609 1231. Alami, higienis tanpa bahan pengawet. Insya Allah sehat dan berkah. Amiiin ya Allah. Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Kamis, 27 Januari 2011

Artikel dari voa-islam.com

Rabu, 26 Jan 2011

Jangan Banyak Mengeluh, Bersyukurlah! Kekayaan Hati Yang Hakiki

Segala puji bagi Allah shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Rasulullah keluarganya para shahabatnya dan yang selalu mengikutinya dengan baik hingga hari kiamat. Amma ba’du:
Para pembaca yang dirahmati Allah Ta’alaa:
Kebanyakan manusia mengira bahwa kekayaan hanyalah dengan mengumpulkan harta berupa uang, saham, property, perdagangan dan lainnya, menurut mereka orang yang tidak demikian bukan orang kaya, akan tetapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memalingkan pandangan kita kepada makna kekayaan yang hakiki dalam sabdanya:
" ليس الغنى عن كثرة العرض، ولكن الغنى غنى النفس".
Artinya: (kekayaan bukanlah banyaknya harta, tetapi kekayaan adalah kekayaan hati).
Berapa banyak manusia yang memiliki bermacam harta yang banyak tetapi sebenarnya dia hidup dalam kefakiran, kita melihatnya selalu takut dan gundah, berusaha menambah hartanya karena takut jatuh miskin, dia bakhil untuk menafkahkan hartanya dalam hal kebaikan supaya hartanya tidak berkurang, bahkan terkadang memutuskan silaturahim gara-gara alasan yang sama, sebagaimana kita lihat dia selalu menoleh kepada harta orang lain, orang seperti ini selamanya hidup fakir, karena dia tidak ridho dengan pembagian Allah Ta’alaa untuknya, dan karena dunia telah menetap dalam hatinya.
Inilah kisah Khubaib bin ‘Adi radhiallahu anhu berkata: ketika itu kami berada dalam satu masjlis lalu datanglah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sedang bekas air membasahi kepalanya lalu sebagian kami berkata: kami melihat anda hari ini sedang senang hati maka beliau menjawab: “benar dan Alhamdulillah”. Kemudian orang-orang menceritakan tentang kekayaan maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لا بأس بالغنى لمن اتقى ، والصحة لمن اتقى خير من الغنى ، وطيب النفس من النعيم" .( صحيح سنن ابن ماجة).
Artinya: (tidak mengapa kekayaan bagi yang bertakwa, dan kesehatan bagi yang bertakwa lebih baik dari kekayaan, dan senang hati termasuk kenikmatan) Shahih Ibnu Majah.
Janganlah menoleh kepada milik orang lain:
Karena Allah Azza wa Jalla berfirman:
(وَلا تَمُدَّنَ عَيْنَيْكَ إِلَى مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجاً مِنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَى) (طـه:131).
Artinya: (dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal) [QS Thahaa: 131].
Demikianlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Dan ridholah dengan pembagian Allah Ta’alaa untukmu pasti kamu menjadi orang yang paling kaya” artinya adalah: terimalah apa yang diberikan Allah kepadamu, dan dijadikan nasibmu dari rizki, kamu menjadi orang terkaya, karena yang bersikap qana’ah maka dia merasa kaya.
Marilah kita merenungkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:
" من أصبح منكم آمنا في سربه، معافى في جسده، عنده قوت يومه، فكأنما حيزت له الدنيا بحذافيرها ".
Artinya: (Barang siapa yang pagi harinya merasa aman di tempat tinggalnya, sehat badannya, memiliki makanan hari itu, seolah dia telah mendapatkan kekayaan dunia).
Jika anda melihat orang yang lebih banyak harta dan anak dari dirimu maka ketahuilah bahwa ada orang yang lebih sedikit harta dan anaknya jadi lihatlah mereka yang dibawahmu, jangan melihat mereka yang diatasmu, demikianlah Nabi shallallahu ’alaihi wasallam mengajarkan kita dalam sabdanya:
"انظروا إلى من هو أسفل منكم، ولا تنظروا إلى من هو فوقكم، فهو أجدر أن لا تزدروا نعمة الله عليكم".
Artinya: (lihatlah orang yang dibawahmu, dan janganlah melihat orang yang diatasmu, karena itu lebih pantas supaya kamu tidak meremehkan nikmat Allah atasmu).
Orang lain dengan urusannya dan anda dengan urusan anda sendiri:
Seorang muslim sadar bahwa dia ada di dunia ini untuk satu tujuan yang agung dan mulia lagi tinggi yaitu beribadah kepada Allah Ta’alaa, dan mengibadahkan manusia kepada Allah Ta’alaa, oleh karena itu dunia tidak boleh melampaui batasnya, karena dunia disisinya hanya wasilah bukan tujuan, diatas makna yang agung inilah Nabi shallallahu ’alaihi wasallam mendidik para shahabatnya radhiallahu anhum.
Inilah kisah Rib’ie bin ’Amir bersama Rustum penguasa Persia sebagai saksi bagi makna yang tinggi dan tujuan mulia ini, saat Rustum meminta dari panglima Sa’ad bin Abi Waqqash radhiallahu anhu untuk mengirim seorang utusan untuk bernegosiasi sebelum dimulai peperangan Qadisiyah, maka beliau mengutus Mughirah bin Syu’bah, ketika itu yang dikatakan kepada Rustum: sesungguhnya kami tidak mencari dunia, ambisi dan keinginan kami hanyalah akhirat, kemudian Sa’ad mengirim utusan lain kepadanya yaitu Rib’ie bin ’Amir, lalu memasukinya sedangkan mereka telah menghiasi majlisnya dengan bantal-bantal bertahtakan emas dan sutra, mereka memperlihatkan intan dan permata yang berharga, dia sedang duduk diatas dipan dari emas, dan Rib’ie masuk dengan pakaian usang, pedang, tameng dan kuda yang kecil, dia terus menaikinya sampai menginjak ujung permadani kemudian turun mengikatnya dengan sebagaian bantal tadi, dan maju dengan senjata dan baju besinya, lalu mereka berkata: letakkan senjatamu, diapun berkata: saya tidak mendatangi kalian, tapi saya mendatangi kalian ketika kalian mengundangku, maka jika kalian membiarkanku begini, maka saya teruskan, jika tidak aku kembali, maka Rustum berkata: izinkan dia, lalu dia menghadap dengan bersandar tombaknya diatas bantal-bantal dan mengoyaknya, seolah mengatakan kepada mereka secara langsung: dunia kalian ini tidak mempedayakan kami apalagi menyibukkan kami, lalu mereka berkata: apa yang membuat kalian datang? Dia menjawab: Allah mengutus kami untuk mengeluarkan siapa yang mau dari peribadatan hamba kepada peribadatan kepada Allah, dan dari sempitnya dunia menuju luasnya akhirat, dari kezaliman agama-agama kepada keadilan Islam, maka kami diutus dengan agama-Nya kepada makhluk-Nya supaya menyeru mereka kepada-Nya, maka siapa saja yang menerima itu maka kami menerimanya dan kami kembali, dan siapa yang enggan menerima kami memeranginya selamanya sampai mencapai janji Allah Ta’aala, mereka bertanya: apa janji Allah? Dia menjawab: surga bagi yang mati saat memerangi mereka yang enggan, dan kemenagan bagi yang tertinggal.
Subhanallah, dalam keadaan fakir hampir tidak mendapatkan dunia sedikitpun berbicara tentang tujuannya termasuk mengeluarkan manusia dari sempitnya dunia menuju luasnya dunia dan akhirat!!.
Sungguh dahulu jika mereka mendapatkan dunia hanya di tangan mereka tidak sampai masuk kedalam hati mereka, oleh karena itu ketika mereka diminta untuk berinfak mereka kerahkan harta tanpa rasa takut fakir atau habis hartanya, pernah Umar  datang dengan separuh hartanya sedangkan Abu Bakar radhiallahu anhu dengan seluruh hartanya ketika ditanya apa yang ditinggalkan untuk keluarganya? Dia menjawab: Allah dan rasul-Nya. Subhanallah, tidak pernah takut fakir. Juga Utsman radhiallahu anhu  pernah mempersiapkan pasukan ketika masa sulit.
Jadi janganlah mengeluh, karena disekitar kita banyak yang kurang beruntung dari kita, sangat disayangkan jika seorang muslim hanya sampai dunia yang fana saja ambisinya dan mengorbankan akhiratnya.
Wallahu A’lam bishowab.
(ar/voa-islam.com)

Rabu, 19 Januari 2011

Link yang saya rekomendasikan untuk anda

http://www.syariahbisnis.com/?id=alidana 
http://www.MutiaraSempurna.com/?id=15RABIULAWAL
http://Kumpulblogger.com/signup.php?refid=197347
http://www.voa-islam.com/
http://www.4shared.com/document/2FiUjd3Q/MATEMATIKA_SEDEKAH.html
http://blog.fitb.itb.ac.id/usepm/wp-content/uploads/2010/03/andino-kamusti.pdf
http://www.4shared.com/document/2p_ezbKo/Membuat_Blog_dengan_blogger.html 
Untuk keterangan lebih lanjut klik saja link di atas.
Rekomendasi dari Muhammad Ali Wardana atas nama blog
Zikri Ramadhan/Ali Dana
Nama Usaha   : Zikri Ramadhan
Alamat             : Jalan Adam Malik Perumahan Citra Griya Blok D No.11
                           RT.26 Kelurahan Karang Asam Ilir
                           Kecamatan Sungai Kunjang Samarinda 75126
                           Kalimantan Timur
No. HP             : 0852 4609 1231

Minggu, 26 Desember 2010

Perubahan nama usaha

  1. Bismillahirohmanirohiim. Assalamu'alaikum Wr.Wb. 
  2. Insya Allah pada tanggal 1 Januari 2011M/26 Muharram 1432H nama usaha 7 Ramadhan berubah menjadi Zikri Ramadhan yang mempunyai arti Mengingat bulan Ramadhan. Mudah-mudahan nama usaha pribadi ini membawa berkah pada setiap usaha yang saya lakoni. Amiiin ya Allah.
  3. Usaha-usaha yang dilakoni ZR (Zikri Ramadhan) Inya Allah Air Minum, Percetakan, Gorden, Stempel, Service HP dan bisnis online Islami.
  4. Mudah-mudahan apa yang saya niatkan dan lakukan bisa menjadi baik, berguna dan berkah bagi Agama Islam, saya sendiri, orangtua, saudara, kekasih saya dan masyarakat yang mengenal usaha saya. Amiiin ya Allah.
  5. Hal-hal lain yang akan saya tambahkan dapat diikuti pada postingan selanjutnya, Insya Allah. Alhamdulillahirobbil'alamiin. Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Sabtu, 28 Agustus 2010

Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah saya sangat bersyukur kepada ALLAH SWT karena telah mendapat suatu bisnis sesuai keinginan saya yaitu bisnis sesuai syariat Islam. Produk Syariahbisnis.com ini berisi puluhan ebook Islamis, kisah-kisah Islam, program Al Qur'an Digital, Program Tajwid (tata cara membaca Al Qur'an), Program Adzan Otomatis dan sebagainya. Saya menggunakan media pengiriman yaitu internet sebagai media distribusi. Sesaat setelah  memesan  saya akan memperoleh User ID dan Password khusus di email untuk mengakses Member Area dan mendownload Produk Syariahbisnis.com. Bacalah Basmalah jika Anda benar-benar ingin bisnis sesuai syariah, semoga apa yang Anda inginkan dapat terlaksana Amiiin ya ALLAH.
Sebagai member SyariahBisnis.com, anda juga memiliki kesempatan untuk mengikuti program reseller kami. Gratis! Dengan menggunakan kode URL khusus yang kami sediakan, rekomendasikan syariahbisnis.com ke orang lain. Jika mereka tertarik untuk membeli, maka anda berhak memiliki 50% komisi dari penjualan.
Program ini bisa memberikan penghasilan instan untuk anda!Jadi klik Link saya http://www.syariahbisnis.com/?id=alidana dan pelajari programnya. Insyaallah Anda mendapatkan bisnis yang membawa berkah dan halal.

HP : 085246091231